Liganesia.com » david armandoni » Renang Indonesia Cari Akal Untuk Gelar Pelatnas

Renang Indonesia Cari Akal Untuk Gelar Pelatnas

by Irman Setiawan
Pelatnas REnang

Pelatnas Renang cari akal untuk tetap gelar program.

Liganesia.com – Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) mencari akal untuk dapat menggelar Pelatnas Renang, Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah dengan mengajukan relaksasi PSBB kepada KONI dan Pemerintah.

Langka mengajukan realaksasi PSBB ini terpakas diambil karena program – program pelatnas dengan segala persiapannya tidak mungkin dolakukan secara online.
Saat ini, tidak hanya Cabang Renang saja yang terpaksa menghentikan program – program pelatnas, semua cabang olahraga sama – sama tidak bisa menggelar kegiatan dan event apapun terkait adanya pandemik yang memaksa Pemerintah menerapkan status pembatasan sosial berskala besar.

Pelatih renang Indonesia, David Armandoni, Pelatih Renang Indonesia mengaku para atletnya tidak bisa berlatih tanpa secara fisik berada di kolam renang. Ia mengharapkan agar kiranya diberikan relaksasi aturan PSBB, dan mengusulkan penerapan protokol – protokol khusus yang dapat meminimalisir resiko penyebaran virus corona.
“Kami kesulitan latihan renang karena tak ada kolam. Kalau memungkinkan apakah bisa dibuat protokol khusus untuk renang,” kata David saat seminar online atlet dan tim Pelatnas bersama Menpora Zainudin Amali, Kamis 14 Mei.
“Sehingga kami bisa berlatih kembali. Sebab tak mungkin kami latihan lewat Zoom (aplikasi konferensi online). Kami harus menyentuh air,” sambung David.
Usulan relaksasi tersebut sepertinya ditanggapi secara positif oleh Menpora Zainuddin AMali. Zainudin pun menyarankan PRSI segera mengajukan permohonan rekomendasi menggelar Pelatnas kepada Kemenpora.

“Silakan masukkan permohonan dengan disertai permintaan tentang latihan dan perencanaan-perencanaannya. Ini penting supaya kami bisa lihat benar-benar terjaga atau tidak. Jika tidak, ya tak akan diizinkan oleh gugus tugas,” tutur Menpora.
Namun, Zainudin menegaskan PRSI harus mematuhi protokol keamanan, jika telah mendapatkan rekomendasi. Protokol tersebut yakni tidak melakukan aktifitas lain saat menggelar Pelatnas.
“Memang kita tahu di kolam renang virus tak akan masuk karena ada komposisi kimia di air sehingga menetralisir air dan saya kira itu aman. Tapi aman yang kami maksud adalah bukan hanya di air, tapi ketika si atlet datang, kemudian ke loker atau kamar mandi dan sebagainya juga,” ungkap Menpora.
“Jika itu bisa dipatuhi seperti di luar negeri misalnya atlet datang sudah dengan pakaian renangnya, masuk air, dan tak mampir kemana-mana termasuk ke loker. Mungkin PRSI bisa membuat surat ke Kemenpora. Sama seperti angkat besi dan bulu tangkis,” pungkasnya.

Lihat Juga..

Leave a Comment