Liganesia.com » antoine griezmann » Martin Braithwaite, Championship Liga Inggris Ke Barcelona Dalam 3 Tahun

Martin Braithwaite, Championship Liga Inggris Ke Barcelona Dalam 3 Tahun

by Apriyandi
Martin Braithwaite

Martin Braithwaite, bukti perjuangan, dedikasi determinasi dam keberuntungan yang berhasil dalam sepakbola

Liganesia.com, 12 Juni 2020 – Martin Braithwaite adalah sebuah bukti bahwa nasib seorang pesepakbola bisa berubah dalam sekejab, walau diperlukan kejelian dalam melihat kesempatan yang datang menghampiri dan tentu saja faktor momentum dan keberuntungan yang sepenuhnya tidak ada sangkut pautnya dengan kemampuan dan kapasitas diri sebagai pesepakbola.

Di musim 2017/2018, Braithwaite masih menghuni Divisi Championship Liga Inggris, bermain untuk Pelatih Tony Pulis di Middlesbrough. Keberadaannya di Middlesbrough saat itu tidak begitu positif, Tony Pulis bahkan tidak memasukkannya kedalam skuad utama Middlesbrough, ia dilempar ke tim reserve Middlesbrough. Dalam rentang waktu 3 tahun, Ia yang sekarang berusia 29 tahun, bermain bersama Leo Messi dkk di Barcelona, berpeluang untuk mengangkat trofi LaLiga Santander dan Liga Champion Eropa
Bagaimana bisa seorang pesepakbola yang bermain untuk tim cadangan di divisi Championship Liga Inggris bisa bergabung dengan tim utama Barcelona, dalam usia 29 tahun dan hanya butuh waktu 3 tahun untuk itu? simak kisahnya berikut ini.
Martin Braithwaite bermain diposisi penyerang tengah, posisi naturalnya. Ia juga bisa bermain disayap kiri dan dibelakang striker. Penyerang Timnas Denmark ini memulai perjalanan karirnya di klub lokal kota kelahirannya di Denmark, Esbjerg.
6 tahun menempa diri di kompetisi lokal Denmark, pada musim 2017/2018 ia dilirik oleh klub Perancis Toulouse. Bermain cukup bagus di Perancis bersama Toulouse, Braithwaite kemudian diboyong oleh Garry Monk, pelatih Middlesbrough yang bermain di Divisi Championship Liga Inggris, dengan nilai transfer 11 juta Euro.
Dalam musim yang sama itu, penampilannya dianggap kurang meyakinkan oleh The Boro, akibatnya ia sempat musti dipinjamkan kembali ke klub Liga Perancis lainnya, Girondins Bordeux selama 6 bulan. Setelah menjalani masa pinjaman di Bordeux, Braithwaite kembali ke The Boro. The boro yang telah berganti pelatih dari Garry Monk ke Tony Pulis tetap tidak meliriknya,

Pulis tidak memasukkannya ke dalam skuad utama Middlesbrough untuk divisi Championship musim 2018/2019.
Braithwaite dilempar ke tim reserve The Boro dan dimasukkan kedalam daftar transfer list klub. Beruntungnya saat itu Leganes mengidentifikasinya kemampuannya dan berminat untuk menggunakan jasanya. The boro akhirnya meminjamkannya ke Leganes denan opsi pembelian diakhir musim 2018/19.

Maritin Braithwaite, Peneyrang baru Barcelona

Penyerang baru Barcelona, Martin Braithwaite

Pada musim 2018/19 itu, Penyerang dengan tinggi badan 177cm itu tampil cukup impresif. Braithwaite mampu membukukan catatan 8 gol dari 30 penampilannya bersama Leganes. Diakhir musim 2018/2019, ia resmi berstatus pemain Leganes yang memutuskan untuk tetap mempertahankannya dan Leganes membayar fee 5 juta Euro saja kepada Middlesbrough.
Kesempatan besar datang menghampirinya dipertengahan musim 2019/2020, Barcelona yang saat itu sedang dilanda krisis penyerang akibat cedera hampir sepanjang musim yang dialami Luis Suares dan kondisi Leo Messi yang sering terhantam cedera, datang menawarkan kesempatan kepada Braithwaite untuk bermain bersama Messi dkk.
Braithwaite tentu saja tidak kuasa menolak ajakan salah satu klub terbaik di dunia ini. Tidak menunggu lama, ia langsung menyetujui untuk pindah ke Barcelona dengan kesepakatan transfer senilai 18 juta Euro.
Dalam sebuah kesempatan berbicara dengan Media Resmi Barcelona sebelum ia menjalani sesi latihan untuk menghadapi bergulirnya kembali musim 2019/2020, Braithwaite bercerita tentang perjalanan karir sepakbolanya yang penuh lika- liku dan ada juga beberapa hal yang ia anggap lucu.

“saya adalah orang yang sama, baik disini maupun di Middlesbrough. Saat saya disana, saya tidak mengeluh. Saya selalu berlatih, saya selalu bekerja keras,” cerita Braithwaite.
“Tapi itulah yang terjadi jika kamu memiliki manajer yang tidak mengangap kemampuanmu berguna untuk taktik sepakbolanya, itu adalah bagian dari sepakbola, itu sebuah hal yang normal, itu bukan sebuah sentimen pribadi. kita harus tetap meneruskan hidup kita,”
“Dia (manager itu) tahu pemain seperti apa yang dia inginkan untuk memainkan sepakbolanya, jadi saya tidak memiliki alasan aapun untuk menentangnya. Hanya saja, ada beberapa hal yang mereka katakan tentang saya yang jauh dari keadaan sebenarnya,”
“Saya tidak senang dengan hal itu. Tapi saya tidak memiliki masalah apapun atas tidak diberikannya kesempatan bermain kepada saya,”
Braithwaite menyampaikan sebuah hal yang ia anggap sangat lucu terkait kepindahannya ke Barcelona. Selama proses pembicaraan proposal kepindahannya itu, ia menjalaninya secara diam – diam, ia merahasiakan hal ini dari semua orang dilingkungannya termasuk istrinya sendiri. Istrinya bahkan sempat mencurigai dirinya sedang menjalin perselingkuhan dengan perempuan lain karena tingkah dan kelakuannya dianggap mencurigakan oleh Sang Istri.
“Saya tidak memberitahu siapapun,” katanya tentang minggu – minggu sebelum pembicaraan transfer itu final.
“Saya merasa jika istri saya bukan menjadi orang pertama yang tahu tentang kepindahan ini, saya katakan ini adalah sebuah bentuk kurangnya rasa hormat kepada sang istri, karena kami berbagi hidup bersama,” ujar Braithwaite.
“Saya tahu saat itu Istri saya mencurigai ada sesuatu yang yang sedang terjadi, karena kelakuan saya yang sering menerima banyak telpon, (saya melakukannya) dengan sembunyi – sembunyi keluar dari rumah, dan diluar rumah itu sangat dingin,”
Dan dengan tertawa, Braithwaite berkata “Dia (Sang Istri) penuh kecurigaan, dia hampir saja menanyakan, apa semua ini karena saya memiliki wanita simpanan,”

“Saat saya ingin memberitahunya, semuanya sudah terlebih dahulu terbongkar oelh media dan saya berpikir, ini sebuah kesialan,”
“Saya musti mengajaknya pada malam itu, kemudia saya katakan bahwa saya harus menyampaikan sesuatu kepadanya,”
“lalu dia berkata bahwa dia sudah tahu apa yang sedang terjadi, Telponnya sama sibuknya seperti telpon saya, saya sangat kecewa karena tidak dapat melihat reaksinya atas kejutan yang saya buat untuknya, tapi itu tidak masalah, dia sangat gembira dengan semua ini,”
“Dia akhirnya tahu bahwa semua aktivitas bertelpon yang saya lakukan adalah telpon dari Barcelona,”
Braithwaite juga menceritakan saat ia berusia 5 tahun, ia sempat terpaksa harus duduk di kursi roda karena mengalami kelainan pada pembulu darahnya sampai ia berumur 7 tahun.
Kelainan yang dideritanya itu adalah sebuah kondisi langkah. Aliran darah di sela -sela pinggangnya terhimpit oleh tulang, alira darah itu tidak bisa mengalir sampai ke otot kaki, sehingga kondisi tulang kakinya mulai mengalami degradasi. Tubuhnya memang kemudian berhasil memulihkan kelainan yang dideritanya itu, namun secara teori, penderitanya tidak akan memiliki tulang – tulang yang kuat untuk dapat beraktivitas olahraga berat seperti berlari mengejar bola atau menendang bola dengan keras seperti kondisi orang normal lainnya.
“Ayah saa berkata ketika saya benar – beanr bisa keluar rumah dan mulai bermain lagi itu membuatnya sedih, karena dia dapat meliaht anaknya bermain dengan terpincang – pincang karena tidak memiliki kekuatan kakinya,”
“Jujur saja, saya tidak banyak memiliki ingatan tentang masa kecil saya itu, karena saat – saat itu adalah saat – saat yang menyedihkan yang tidak ingin saya ingat,”

Leo messi bermain bersama Braithwaite

Impian Martin Braithwaite untuk bermain bersama Messi menjadi kenyataan

“Banyak orang menanyakan kepada saya bagaimana saya bisa melakukan semua ini padahal kondisi kesehatan saya dulunya sangat menyedihkan, Hal ini bukan hal yang rasional, saya pikir ini adalah sebuah kekuatan dari alam bawah sadar, yang membantu saya untuk melakukan semua ini, membantu saya merasa merasa bersyukur,”
“Ini adalah kekuatan mental,” Lanjutnya.
Braithwaite menyadari banyak yang berpendapat bahwa kepindahanya dikarenakan adanya krisis di posisi penyerang di Nou Camp, dan Dia merupakan solusi jangka sementara dari masalah cedera panjang Luis Suarez dan Ousmane Dembele, serta cedera kambuhan Leo Messi dan juga Antoine Griezmann.

Namun penampilannya bersama Barca di sesi latihan maupun pertandingan sebelum penundaan kompetisi kemaren benar – benar mampu membuat Pelatih Barcelona Quique Setien terkesan, dan ini mungkin telah merubah alur cerita keberadaannya.
Martin Braithwaite menjalani debut 90 menitnya saat Barcelona berhadapan dengan Real Sociedad sesaat sebelum terjadinya penundaan kompetisi akibat pandemik. Dalam pertandingan itu, Barca berhasil menekuk Sociedad 1-0. Sebelumnya Braithwaite bermain dibabak kedua dalam pertandingan melawan SD Eibar di Nou Camp, memberikan 2 assist bagi Barcelona.
Karirnya di Barcelona sempat diragukan karena adanya penundaan kompetisi yang diakibatkan oleh pandemik, namun Sabtu kemaren, Braithwaite didaftarkan oleh Barcelona dalam daftar pemain yang akan diturunkan pada pertandingan pembuka bergulir kembalinya La Liga melawan Mallorca.
“Saya bangun dari tidur pada Senin kemaren, seperti anak kecil yang bangun saat hari raya, lalu saya berpikir, wow, hari ini adalah hari pertandingan. Saya benar – benar disini dan saya sedang bersiap – siap untuk menjalani sebuah pertandingan pada akhir munggu,”
Braithwaite sepertinya akan memainkan peran penting bagi Barcelona dalam waktu 35 hari kedepan, mengingat kondisi Luis Suarez yang baru saja sembuh dari cedera dan diperkirakan tidak akan bisa menjalani semua sisa 11 pertandingan liga dalam rentang waktu 35 hari.
“Ketika saya datang, saya sangat bersemangat untuk bermain bersamanya (Luis Suarez), Dan sekarang dia telah kembali (dari cedera) dan saya mencoba untuk melihat kepadanya, bagaimana dia bergerak, bagaimana dia melakukan finishing, Dan semua pemain disini sangat membantu dalam memberikan saran,”
Berbicara soal keberadaan Leo Messi dilapangan, Braithwaite berkata “Ketika dia (Messi) sedang memainkan bola, semua mata tertuju kepadanya. Pemain lawan melupakan apa yang terjadi di bagian lapangan yang lain di sekitar Messi. Jadi ini menciptakan banyak ruang bergerak yang harus bisa dimanfaatkan,”

“Dan ketika kamu melakukan itu dengan baik, pemain lawan mulai menyadari bahwa lawan mereka sedang memanfaatkan ruang – ruang tersebut, mereka kemudian akan bergerak melakukan penjagaan. Lalu kamu telah menciptakan ruang yang leluasa bagi Messi. Itu semua adalah tentang mengeksploitasi ruang gerak, bermain secara cerdas. Itu yang sedang kami coba lakukan di Barcelona.” Katanya Braithewaite menjelaskan.
Martin Braithwate mungkin baru seumur jagung bergabung bersama Barcelona, tapi apa yang disampaikannya tadi kedengaran seperti orang yang sudah lama berada di Barcelona. Dia berbicara dengan semangat untuk membuktikan dirinya melalui 11 pertandingan sisa laga La Liga Santander musim 2019/2020 ini.

Lihat Juga..

Leave a Comment