Liganesia.com » bwf » Kevin/Markus: Semakin Sering Juara, Semakin Banyak Tekanan Mentalnya.

Kevin/Markus: Semakin Sering Juara, Semakin Banyak Tekanan Mentalnya.

by Irman Setiawan
Kevin Sanjaya dan Markus Gideon

Markus Gideo dan Kevin Sanjaya bicara tentang pressure psikologis dalam karir Bulutangkis mereka (foto: badmintonindonesia.org)

Liganesia.com, 22 Juni 2020 – 2 pria andalan Indonesia di cabang Bulutangkis nomor Ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon dikenal sebagai pasangan Ganda Putra nomor satu dunia dalam peringkat Federasi Badminton Dunia (World Badminton Federation/BWF). Mereka berdua telah banyak memenangkan gelar – gelar juara berbagai turnamen dunia level atas.

Hingga saat ini, Indonesia selalu mengedepankan Kevin/Markus sebagai andalan utama membawa nama negara di hampir semua ajang Bulutangkis individu dan beregu.
Kemaren, keduanya hadir dalam sebuah sesi livestreaming online di akun Instagram PBSI. Kevin dan Markus menjalani sesi wawancara dengan para fans bulutangkis di Tanah Air bersama PBSI. Keduanya mendapatkan banyak pertanyaan dari para fans, tentnag kehidupannya mereka sebagai Pebulutangkis top dunia sampai ke masalah – masalah kehidupan pribadi mereka.
Menjawab pertanyaan tentang tekanan psikologis sebagai pasangan ganda putra nomor satu dunia, Markus mengatakan bahwa memang bukan sebuah hal yang mudah bagi dirinya dan Kevin untuk mencapai keberhasilan seperti yang mereka lakukan sekarang ini, dan kemudian mempertahankannya.
Sebagai andalan utama Indonesia di nomor ganda putra dan berpredikat peringkat satu dunia dinomor ini, mereka selalu merasakan adanya beban dan tekanan psikologis yang sangat besar, terutama yang datang dari publik dan fans Bulutangkis di Tanah Air. Mereka selalu merasakan bahwa mereka dituntut untuk selalu tampil sempurna dalam setiap laga yang mereka jalani.
“Pressure itu pasti banyak, apalagi makin ke atas, makin banyak pressure. Kalau pergi (bertanding) pasti targetnya juara. Kalau sampai final saja dibilang gagal. Pasti ada pressure, tapi karena memang ini hobby dan pekerjaan kami ya dinikmati saja,” jawab Markus.

“Ekspektasi orang kan tinggi, apalagi di pertandingan penting. Kalau kalah pasti sedih, yang dilakukan ya harus latihan lebih keras lagi,” kata Kevin menambahkan.
Namun begitu, markus dan Kevin kompak mengatakan bahwa beban itu harus mereka tinggalkan di tepi lapangan. Saat dilapangan mereka berusaha untuk tidak memikirkan itu dan fokus pada pertandingan.
“Kami nggak mau mikir beban, kalau sudah main, fokus di permainannya saja. Kecuali sebelum main, memang (merasa) tekanan itu ada,” lanjut Kevin.
Beban psikologis sebagai ganda putra terbaik dunia saat ini tidak hanya datang dari publik dan fans Bulutangkis Tanah Air, tapi juga dari para Sponsor, baik sponsor individu maupun sponsor tim melalui PBSI. Kevin/Marcus diberikan target tertinggi. Dalam setahun, Kevin/Marcus ditargetkan untuk berhasil menjuarai lima gelar di turnamen level Super 500 hingga Super 1000.
“Kami juga diberi target gelar juara dunia tahun lalu dan tahun ini harusnya diberi target dapat medali apapun di olimpiade. Tapi karena tahun lalu tidak dapat gelar juara dunia, maka target di olimpiade dinaikkan jadi harus medali emas,” ungkap Kevin.
Dalam era Bulutangkis sekarang ini, Kiprah dan dominasi Kevin/Marcus di blantika Bulutangkis Dunia mendapatkan tantangan sulit beberapa pasangan Pebulutangkis ganda campuran hebat lainnya. Kevin/Markus memiliki musuh bebuyutan dari Tiongkok dan Korea Selatan, pasangan Han Chen Kai/Zhou Hao Dong dan Choi Solgyu/Seo Seung Jae. Mereka saling mengalahkan antara satu sama lainnya diberbagai ajang Bulutangkis Dunia yang telah berlangsung sebelumnya.
Selain dua pasangan diatas, Kevin/Markus juga tercatat belum pernah menang dalam 6 pertandingan terakhir, dari 8 pertemuan mereka melawan ganda putra Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.
“Rasa penasaran pasti ada, cuma ya sudah lah, main itu kalau nggak menang ya kalah. Pasangan lain yang tanding sama kami kan juga ada yang kalah berturut-turut. Dalam bulutangkis memang biasanya ada yang seperti ini, namanya ganjalan, biar jadi seru dan menantang,” papar Marcus.
“Pasti menang lah akhirnya, ha ha ha, pede banget ya? Tapi memang harus pede jadi pemain,” canda Marcus sambil tertawa.

Lihat Juga..

Leave a Comment